Turki dan Israel akan Membangun Jalur Pipa Gas Bawah Laut

turki dan israel berkerjasama
Kebanyakan dari kita mengenal pipa air, namun masih awam mengenai pipa gas. Hal ini lumrah karena pipa air bisa ditemukan di mana saja di sekeliling kita. Saluran gas ini memang belum banyak dinikmati banyak tempat. Saat ini, baru beberapa daerah Sumatera dan Jawa yang bisa menikmati jasa ini. Negara kita yang berbentuk kepulauan memang merupakan tantangan tersendiri. Hingga sekarang proyek pipa gas bawah laut antara pulau Jawa dan Kalimantan juga belum selesai. Mungkin jika Turki dan Israel berhasil membangun jalur pipa gas bawah laut, kita bisa mempelajari caranya juga.

Ehm, Turki dan Israel? Belum tahu? Berdasarkan artikel yang diposting oleh pihak Kompas pada tanggal 13 Oktobero 2016, Turki dan Israel akhirnya mencapai kesepakatan bersama untuk membangun jalur pipa gas bawah laut. Pipa gas bawah laut ini akan menghubungkan ke-2 negara.
Sebelum hari bersejarah bagi ke-2 negara ini, sebelumnya mereka sudah melakukan menormalisasi hubungan pada bulan Juni. Yang mewakili masing-masing negara dalam pertemuan membahas pipa gas bawah laut adalah Albayrak selaku Menteri Energi Turki barat dan Yuval Steinitz selaku Menteri Energi Israel.

Steinitz menjadi pejabat tingkat menteri pertama yang berkunjung ke Turki setelah insiden Mavi Marmara. Sebelum insiden yang terjadi pada tahun 2010, Turki merupakan sekutu Israel di timur tengah. Ehm, insiden Mavi Marmara apa? Kok bisa insiden tersebut memperburuk hubungan Turki dan Israel?

Insiden Mavi Marmara atau dikenal sebagai Bentrokan Armada Gaza terjadi pada tanggal 31 Mei 2010. Nama Mavi Marmara merupakan 1 dari 6 kapal yang berlayar dari Turki menuju Gaza dengan tujuan memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Gaza. Namun pasukan komando Israel menaiki kapal agar kapal membelokkan jalur pelayaran ke pelabuhan Ashdod, sebuah kota di Israel sehingga bentrokan tidak bisa terhindari. Tentu saja setelah insiden ini, hubungan Turki dan Israel menjadi renggang. Hubungan mereka kembali baik sejak bulan Juni 2016, setelah Israel memenuhi sejumlah persyaratan yang diajukan Turki.

Berdasarkan informasi dari Steinitz, ke-2 belah pihak akan segera memasuki tahap pengujian seberapa besar kemungkinan proyek pipa gas bawah laut ini bisa berhasil. Jika perhitungan dan pengujian berhasil maka ke-2 negara ini akan lanjut langsung ke tahap pembuatannya. Semoga rencana ke-2 negara ini lanca. Dan semoga ada kabar mengenai pembuatan pipa gas bawah laut antara pulau Jawad an Kalimantan yang masih dalam proses pengerjaan. –hm-
SHARE

Heni Minata

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Poskan Komentar