Perpustakaan Tertua di Dunia Akan Kembali Dibuka

Khizanat al-Qarawiyyin
Sedih sekali ya jika melihat bangunan tua harus dirobohkan! Terlebih jika bangunan tersebut dianggap tidak memiliki sejarah dan langsung digantikan dengan bangunan properti Indonesia yang modern dan juga berkelas. Padahal, bangunan tua biasanya mengandung banyak sejarah dan juga cerita di masa lalu.

Nah, buat kamu yang punya ketertarikan khusus dengan bangunan tua, kamu pasti senang deh mendengar kabar berikut ini. Konon, pada akhir tahun ini, perpustakaan tertua di dunia akan dibuka kembali untuk para pengunjung. Adalah Khizanat al-Qarawiyyin, yang berlokasi di Fez’s Old Medina, dan ditemukan pada abad ke-10. Perpustakaan ini disebut-sebut menjadi rumah bagi 4.000 naskah kuno, termasuk Al-Quran yang ditulis pada abad ke-9 dalam Kufic calligraphy dan duplikat “Muqadimmah” karya Ibn Khaldun di abad ke-14. Pembukaannya tentu menarik banyak perhatian masyarakat luas yang tertarik dengan dunia literasi dan juga arsitektur.

Ketika perpustakaan ini direnovasi, seluruh manuskrip kuno ini disimpan dalam ruangan yang memiliki temperatur khusus untuk menyimpan naskah. Menariknya, ruangan ini pun dilapisi dengan pengamanan tingkat tinggi untuk menghindari pencurian dan hal-hal yang tidak diinginkan. Bahkan, salah seorang kurator perpustakaan, Abdelfattah Bougchouf, mengatakan bahwa ruangan penyimpanan manuskrip ini memiliki empat kunci dan kunci-kunci tersebut disimpan oleh empat orang yang berbeda. Jadi, setiap kali hendak membuka pintu, maka empat orang yang memegang kunci harus bersama-sama ada di ruangan tersebut. Namun sekarang, kabarnya pintu tersebut telah digantikan dengan security code yang terdiri atas empat digit.

Perbaikan pada perpustakaan ini juga meliputi penambahan solar panel, pendingin ruangan, perbaikan pipa air, dan juga penggantian kayu yang sudah lapuk. Konstruksi bangunan utama masih dipertahankan dan mengikuti model lama.

Untuk saat ini, ruangan perpustakaan hanya dibuka untuk para mahasiswa dan akademisi saja. Namun, arsitek yang membantu proses renovasi ini, Aziza Chaouni, mengatakan bahwa pihaknya sedang berusaha untuk menjadikan perpustakaan ini sebagai ruang pameran untuk publik. Kita doakan saja agar keinginan Chaouni bisa terkabul ya agar kita bisa mengunjunginya ketika pergi ke Maroko!
SHARE

Heni Minata

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar