Masyarakat Korea Ubah Nama Menu di Restoran Jelang Olimpiade Pyeongchang 2018

menu makanan
Olimpiade Pyeongchang 2018 sudah hampir tiba dan Korea Selatan tampaknya masih sibuk berbenah untuk menyambut masyarakat asing yang akan datang ke negara mereka. Di saat tv kabel dan stasiun televisi lainnya berlomba-lomba untuk mendapatkan hak siar atau ketika pemerintah setempat sedang mempersiapkan venue yang akan dipakai untuk berlomba, dunia kuliner di Korea Selatan ternyata juga tidak kalah sibuk. Hmm, apa ya yang tengah mereka persiapkan?

Selidik punya selidik, masyarakat Korea tengah berdiskusi seputar menu makanan yang dijual setiap restoran di Korea Selatan. Mengingat akan ada masyarakat asing yang datang, mereka khawatir bahwa menu yang tertulis di buku dan juga di restoran tidak bisa dibaca dengan mudah. Alasannya adalah karena sebagian besar menu ditulis dengan menggunakan hangul dan tidak semua orang bisa membacanya.

Diskusi ini pun menghadirkan dua pendapat: ada yang setuju untuk mengubah nama menu dengan menggunakan bahasa Inggris dan ada yang lebih memilih untuk mempertahankan nama menu dengan bahasa Korea, namun ditulis dalam format romawi (sistem alfabet). Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya didapatkanlah keputusan: yakni mempertahankan menu dalam bahasa Korea namun melengkapinya dengan format romawi, tulisan hangul, gambar menu, dan juga penjelasan singkat tentang menu tersebut dalam bahasa Inggris.
Ini dia beberapa contoh menunya:
  • (삼겹살) Samgyupsal atau Pork belly.
  • (김밥) Kimbap atau Rice rolls with filling atau nasi gulung dengan isian.
  • (떡볶이) Tteokbokki atau Spicy rice cakes atau kue beras pedas.
  • (비빔밥) Bibimbap atau Mixed rice with vegetables atau nasi campur dengan sayuran.
  • Ramyeon atau Instant noodles atau mie instan.
Dengan adanya pengubahan menu seperti ini, diharapkan masyarakat asing yang datang ke Korea Selatan untuk berlomba bisa memahami menu-menu di restoran dan bisa mencicipinya dengan nyaman tanpa perlu khawatir. Tindakan kecil seperti ini cukup berdampak besar karena masyarakat lokal berusaha untuk pengertian kepada calon tamunya. Bagaimana menurutmu?
SHARE

Heni Minata

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar